 |
Ibu Hamil Dilarang Marah-marahBerpengaruh terhadap si kecil
|
| |
Kehamilan biasanya menjadi momen membahagiakan yang membawa perasaan positif dalam diri Ibu. Namun dengan berbagai kegiatan dan tantangan yang harus dijalani ibu hamil, emosi bisa saja tersentil dan amarah jadi memuncak.
Sebaiknya ibu hamil mengindari hal yang dapat menimbulkan kemarahan. Orang-orang sekelilingnya perlu pula lebih peka untuk menjaga suasana hati ibu hamil agar positif.
Apa yang akan terjadi jika ibu hamil marah?
Jantung akan berdetak lebih kencang, napas menjadi pendek-pendek, otot-otot berkontraksi, dan gerakan usus bergejolak.
Saat emosi tinggi, jantung akan memompa darah lebih cepat sehingga oksigen tidak dapat mengalir dengan baik ke seluruh jaringan tubuh. Tubuh akan menjadi siaga dan mengaktifkan beberapa hormon yang bisa menyebabkan kejang dan kontraksi pada kandungan.
Dengan kondisi seperti itu, bila ibu hamil sering marah; nantinya bayinya mudah rewel, kelahiran bermasalah, kolik pada bayi, berat badan bayi rendah, mudah waswas, kesulitan belajar di kemudian hari, dan bahkan mudah sekali menangis.
Penelitian menunjukkan, depresi yang dialami wanita hamil dapat mengakibatkan berat bayi di bawah normal, komplikasi kehamilan, keguguran, dan kelahiran prematur.
Jadi, stop marah-marah ya, Bunda...
Sumber: Kompas.com
ibu hamil , marah
|
|
| |
|
|